Teknologi 4.0 adalah komponen penting yang harus ada dalam revolusi industri.
Belakangan ini, kata industri 4.0 memang sering digaungkan-gaungkan oleh banyak
orang. Akan tetapi, hingga saat ini sebenarnya masih banyak masyarakat yang
masih belum mengerti apa itu industri 4.0 dan apa kaitannya dengan teknologi
4.0.
Istilah Industry 4.0 pertama kali muncul pada April 2011 lalu. Awalnya,
istilah ini digunakan oleh pemerintah Jerman untuk memajukan bidang industri ke
tingkat selanjutnya dengan bantuan teknologi. Dikutip dari laman Forbes,
revolusi industri 4.0 ditandai dengan keberadaan sistem kecerdasan dalam
industri yang digerakkan oleh data melalui teknologi machine learning dan AI
(Artificial Intelegent).
Pemerintah Indonesia sendiri hingga kini masih terus
menggalakkan program revolusi industri 4.0. Tujuannya, agar bisa mendorong
ekonomi Indonesia masuk ke dalam 10 besar dunia di tahun 2030. Sebab, program
ini diharapkan bisa meningkatkan produksi dan ekspor. Simak ulasan selengkapnya
dilansir dari laman kominfo dan berbagai sumer.
Apa itu Revolusi Industri 4.0?
Revolusi industri merupakan sebuah perubahan besar terhadap cara manusia dalam
mengolah sumber daya dan memproduksi barang. Revolusi industri generasi satu
pertama kali terjadi pada akhir abad ke-18. Di mana mulai adanya pengenalan
fasilitas produksi mekanis menggunakan tenaga air dan uap. Seiring berjalannya
waktu, revolusi industri pun terus berkembang. Saat inilah revolusi industri
ke-4 atau 4.0 tengah berlangsung. Hal ini ditandai dengan adanya sistem
cyber-physical pada hampir setiap aktivitas manusia di mana konektivitas antara
manusia, mesin, dan data waktu nyata ada di mana-mana. Revolusi Industri 4.0
pertama kali dikenalkan oleh Prof Klaus Schwab dan Ketua Eksekutif World
Economic Forum (WEF). Revolusi 4.0 ini disebut memiliki skala, ruang lingkup,
dan kompleksitas yang lebih luas dibanding sebelumnya.
Perjalanan Revolusi Industri
Revolusi Industri ke-1 Terjadi pada masa akhir abad ke-18. Di era ini mulai
adanya pengenalan fasilitas produksi mekanis menggunakan tenaga air dan uap.
Revolusi Industri ke-2 Revolusi industri generasi ke-2 terjadi pada awal abad
ke-20. Masyarakat mulai mengenal produksi massal berdasarkan pembagian kerja.
Revolusi Industri ke-3 Masa yang terjadi pada awal tahun 1970 yakni penggunaan
elektronik dan TI untuk otomatisasi produksi. Revolusi Industri ke-4 Saat inilah
revolusi industri ke-4 atau 4.0 tengah berlangsung. Semua perubahan menggunakan
sistem teknologi untuk lebih memudahkan berbagai kegiatan manusia.
Revolusi Industri 4.0 Tak Lepas Dari Campur Tangan Teknologi
Revolusi industri 4.0 tentu tak bisa lepas dari campur tangan sebuah sistem atau
teknologi. Secara singkat, industri 4.0 membuat pelaku industri membiarkan
komputer saling terhubung dan berkomunikasi satu sama lain untuk akhirnya
membuat keputusan tanpa keterlibatan manusia.
Kombinasi dari sistem fisik-cyber,
Internet of Things (IoT), dan Internet of Systems membuat Industry 4.0 menjadi
mungkin yang bisa membuat pabrik pintar menjadi kenyataan. Hal tersebut tentu
akan menambah nilai efisiensi pada suatu lingkungan kerja di mana manajemen
waktu selalu dianggap sebagai sesuatu yang vital oleh para pemain industri.
Selain itu, manajemen waktu yang baik secara eksponensial akan berdampak pada
kualitas tenaga kerja dan biaya produksi.
Manfaat Teknologi Industri 4.0 Di era
serba modern ini, revolusi teknologi industri 4.0 tentu banyak menguntungkan
masyarakat. Salah satu contoh konkrit yang dapat diambil dari pemanfaatan
teknologi pada bidang industri adalah, proses pembukuan dan produksi yang kini
sudah dapat dengan mudah diakses oleh siapa saja dan kapan saja. Selain itu,
terlepas dari peran teknologi dalam bidang industri, manfaat revolusi 4.0 juga
bisa dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat. Sebagai contoh, saat ini
pengambilan dan pertukaran informasi dapat dengan mudah dilakukan kapan saja dan
di mana saja melalui jaringan internet.
Teknologi di Revolusi Industri 4.0
Bisa dikatakan, bahwa revolusi Industri 4.0 merupakan perubahan sektor industri
di dunia yang dipengaruhi oleh maraknya perkembangan teknologi serta internet.
Setidaknya, ada sekitar delapan teknologi yang akan menjadi pilar utama dalam
mengembangkan revolusi industri 4.0 ini. Berikut ulasannya dilansir dari laman
fti.bunghatta:
1. Internet of Things (IoT)
Innternet of things (IoT) adalah suatu
konsep atau program dimana sebuah objek memiliki kemampuan untuk mentransmisikan
atau mengirimkan data melalui jaringan tanpa menggunakan bantuan perangkat
komputer dan manusia. Kemampuan dari IoT sendiri tidak perlu diragukan lagi.
Banyak sekali teknologi yang telah menerapkan sistem ini. Sebagai contoh sensor
cahaya, sensor suara dari teknologi Google terbaru (Google AI), dan Amazon
Alexa.
2. Artifical Intelegence (AI)
Sistem Artifical Intelegence (AI) merupakan
sebuah teknologi komputer yang memiliki kecerdasan buatan layaknya manusia.
Fungsi utama dari AI adalah kemampuannya untuk mempelajari data yang diterima
secara berkesinambungan. Semakin banyak data yang diterima dan dianalisis,
semakin baik pula AI dalam membuat prediksi.
3. Big Data
Konsep big data mungkin
belum banyak dipahami oleh masyarakat, tapi manfaat big data telah banyak
dirasakan terutama bagi pengguna internet yang setiap saat mengakses informasi
secara online. Big data adalah kumpulan data yang sangat besar, kompleks dan
terus bertambah setiap waktu. Data ini dihasilkan dari aktivitas internet yang
rutin dilakukan. Big Data sudah banyak digunakan dalam banyak bisnis. Sebab,
konsep ini dapat membantu menentukan arah bisnis.
4. Argument Reality Argumented Reality (AR),
adalah
teknologi yang menggabungkan benda maya dua dimensi ataupun tiga dimensi ke
dalam sebuah lingkungan nyata tiga dimensi. Dan kemudian, memproyeksikan
benda-benda maya tersebut ke dalam waktu nyata.
5. Cyber Security
Cyber security
adalah upaya untuk melindungi informasi dari adanya cyber attack. Hal ini bisa
berupa fitur SSL Certificate, Bit Ninja, dan Farewell pada hosting guna
melindungi data pengguna.
6. Addictive Manufacturing
Additive manufacturing
merupakan terobosan baru di industri manufaktur yang sering kita kenal
menggunakan printer 3D. Dalam era digital saat ini, gambar desain digital yang
telah dibuat dapat diwujudkan menjadi benda nyata dengan ukuran dan bentuk yang
sama seperti desain.
7. System Integeration
Sistem integrasi atau integrated
system merupakan rangkaian yang menghubungkan beberapa sistem bagi secara fisik
maupun fungsional. Sistem ini akan menggabungkan berbagai sub sistem yang akan
menjamin semuanya berguna sesuai fungsi.
8. Cloud Computing
Komputasi awan
(cloud computing) adalah teknologi yang menjadikan internet sebagai pusat
pengelolaan data dan aplikasi, di mana pengguna komputer diberikan hak akses
(login) mengakses server virtual untuk bisa konfigurasi server melalui internet.
Komentar
Posting Komentar